Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

pasca@iainmadura.ac.id

Pengukuhan Empat Guru Besar Pascasarjana UIN Madura: Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana Resmi Dikukuhkan

  • Diposting Oleh Admin Web Pascasarjana
  • Senin, 11 Mei 2026
  • Dilihat 14 Kali
Bagikan ke

Pengukuhan Empat Guru Besar Pascasarjana UIN Madura: Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana Resmi Dikukuhkan

 

Pamekasan, 02 Mei 2026 – Pengukuhan Guru Besar Pascasarjana UIN Madura memberikan kontribusi pada mutu pendidikan di lingkungan Pascasarjana UIN Madura. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pengukuhan empat Profesor Pascasarjana UIN Madura berlangsung dengan tertib dan lancar. Sebagaimana semboyan Ki Hadjar Dewantara, yang dikenal sebagai Trilogi Pendidikan, adalah: Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karso (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan). Semboyan ini menjadi fondasi pendidikan Indonesia untuk menciptakan teladan, motivasi, dan dukungan bagi peserta didik.

Pascasarjana UIN Madura memiliki empat Profesor baru yang sudah resmi dikukuhkan pada sabtu, 2 mei 2026 di Auditorium Utama UIN Madura dihadiri oleh pejabat Direktur Diktis kemenag RI, Prof. Dr. Phil Sahiron, MA. Uniknya kedua professor yang dikukuhkan adalah Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana UIN Madura sendiri, Prof. Dr. H. Atiqullah, S.Ag., M.Pd. guru besar dalam bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam sebagai Direktur Pascasarjana UIN Madura  dan Prof. Dr. H. Rudy Haryanto, S.S.T., M.M. dalam bidang Ilmu Manajemen Pemasaran sebagai Wakil Direktur Pascasarjana UIN Madura. Dua dosen Pascasarjana Prof. Dr. H. Achmad Muhlis., M.A. guru besar dalam bidang Sosiologi Pendidikan Islam dan Prof. Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy, M.S.i guru besar dalam bidang Sosiologi Politik Islam.  

Pengukuhan guru besar ini berjalan dengan tertib dan lancar bertempat di Auditorium UIN Madura berlangsung dari jam 07.00 – 12.00 WIB.

Pembukaan oleh Kepala Biro Administrasi Umum atau Kabiro AKU UIN Madura Machsun Zain, S.Ag., M.Si. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri, pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan orasi ilmiah  masing-masing Profesor, dilanjutkan dengan sambutan Rektor UIN Madura Dr. H. Syaiful Hadi, M.Pd. sekaligus penutup dan doa diakhiri dengan ramah-tamah.

Pengukuhan Guru Besar Pascasarjana UIN Madura ini dihadiri oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Pejabat Direktur Diktis Kemenag RI, Bupati Pamekasan Dr. KH. KHolilurrahman., M.Sc. Senat UIN Madura serta seluruh dosen Sarjana dan Pascasarjana UIN Madura.

Pada orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Atiqullah, S.Ag., M.Pd. dengan pengantar Pidato:

“Kepemimpinan Profetik Berbasis Kearifan Lokal Madura: Integrasi Nilai Taneyan Lanjhang dalam Transformasi Pendidikan Islam” mengupas tentang pendidikan di tengah pusaran perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Arus globalisasi, dan 

perkembangan tekhnologi digital serta kecerdasan buatan yang telah mengubah wajah pendidikan secara fundamental. Di balik kemajuan tersebut, kita dihadapkan dengan persoalan krisis nilai, krisis karakter, dan krisis kepemimpinan. Pendidikan Sering kali berhasil melahirkan insan yang cerdas secara intelektual, tetapi belum sepenuhnya mampu membentuk manusia yang utuh, yang memiliki integritas moral, kedalaman spiritual, dan tanggung jawab social. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang tidak hanya bersumber dari teks normative, tetapi juga berakar pada kearifan local yang hidup dalam masyarakat.

Budaya Madura melalui konsep taneyan lanjhang menawarkan perspektif yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, penghormatan, dan religiusitas, yang terkandung di dalamnya memiliki keselarasan yang kuat dengan prinsip-prinsip kepemimpinan profetik. Diharapkan model ini dapat memberikan kontribusi dalam membangun pendidikan islam yang unggul, bermartabat, berkarakter dan berkeadaban.

Lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dibawakan sendiri oleh Prof. Dr. H. Atiqullah, S.Ag. M.Pd., memberikan pesan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan agar sebagai umatnya kita bisa mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW.

Orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. dengan pengantar pidato berjudul, “Omnichannel Syariah: Strategi Layanan dan Pemasaran Digital Perbankan Syariah”. Era Pasca-Pandemi berkelanjutan saat ini mendorong percepatan digitalisasi layanan perbankan, termasuk perbankan syariah. Peralihan nasabah ke transaksi mobile dan online menuntut integrasi kanal secara omnichannel untuk memastikan pengalaman yang konsisten. Omnichannel syariah membuka peluang perluasan jangkauan layanan, efisiensi operasional, dan personalisasi pemasaran namun masih menghadapi tantangan berupa literasi digital yang belum merata, integrasi system yang belum optimal, resiko keamanan data, dan kebutuhan harmonisasi digitalisasi kepatuhan syariah. Makalah ini merekomendasikan: penguatan kualitas e-service dan pengalaman omnichannel nasabah, integrasi data dan system, untuk menciptakan single costumer view, dan penguatan kepatuhan syariah.  

Orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Achmad Muhlis dengan pengantar pidato Perundungan dan resistensi sebagai transformasi nilai pesantren: Refleksi kritis atas kepatuhan dan kesadaran kritis santri Madura.

Orasi ilmiah keempat disampaikan Prof. Dr. H. Ali Al Humaidi., M.Si., dengan judul pengantor pidato: Pesantren sebagai Laboratorium Demokrasi dan Genealogis Politik Santri.

Pengukuhan guru besar Pascasarjana UIN Madura berlangsung dengan tertib dan lancar.